Tidak Ada Pemain Yang Seperti Kante

http://dewabola888.com/

Dewabola888.com – Arsitek Leicester City Claudio Ranieri menyatakan hampir mustahil mendapatkan pemain yang bisa menggantikan kedudukan N’Golo Kante dalam timnya pada musim panas ini. Menurutnya sosok Kante sangat unik dan juga tidak bisa disamakan dengan pemain manapun.

Pemain sepakbola Prancis tersebut dipilih menjadi pemain terbaik agen bola Leicester City musim lalu. Kante lantas memutuskan untuk hijrah ke Chelsea pada Juli 2016 kemarin dengan biaya sebesar 30 juta pounds atau sekitar 522 miliar rupiah.

Sejak kehilangan pemain itu, Ranieri mendatangkan Nampalys Mendy sebagai pemain yang pengganti posisi Kante. Meski telah mendapatkan sosok pengganti pemain berusia 25 tahun tersebut, namun Ranieri sadar bahwa tidak akan ada pemain yang mampu menggantikan posisi Kante.

“Saya tidak mau berbicara tentang Kante. Ia hanya ada satu saja dan juga tidak ada pemain bisa seperti dirinya di dunia. Pada saat ini ia sudah pergi dan juga kami perlu meneruskan masa depan kami, “tutur agen bola terpercaya Ranieri sebagaimana dilansir Sportsmole hari Senin (29/8/2016).

“Kami masih mempunyai pemain hebat seperti Amartey. Ia begitu memahami Liga Inggris. Dia bisa bermain sebagai bek tengah, bek kanan dan juga pemain sayap, sehingga saya sangat suka dengannya. Amartey bermain dengan sangat baik, padat, kuat dan juga selalu mendapatkan bola, “tambahnya.

Advertisements

Conte Tidak Ingin Jual Cesc Fabregas, Tetapi ….

http://dewabola888.com/

Dewabola888.com – Manager Chelsea Antonio Conte memastikan Cesc Fabregas tidak akan dijual. Namun Conte tidak menjamin tempat inti untuk pesepakbola Spanyol tersebut.

Masa depan Fabregas sedang dispekulasikan menyusul adanya spekulasi soal minat Real Madrid kepadanya. Bahkan media Spanyol dan juga Inggris menyatakan Fabregas sudah meminta langsung kepada Madrid untuk merekrutnya.

Pasalnya Fabregas merasa tidak akan jadi pilihan Conte di tim utama musim ini. Hal itu terbukti ketika The Blues menjamu West Ham United pada perlawanan perdananya di Liga Inggris 2016/2017.

Fabregas harus mengalah untuk duduk di bangku cadangan karena Conte memilih trio Nemanja Matic, Oscar, dan juga N’Golo Kante di lini tengah. Sebenarnya ada kesempatan untuk Fabregas turun di pertengahan babak kedua.

Pemain 28 tahun itu sudah melakukan pemanasan namun ketika West Ham menyamakan skor menjadi 1-1, Conte melakukan perubahan. Fabregas gagal masuk karena bagiannya diambil Victor Moses dan juga Michy Batshuayi. Pada akhirnya Chelsea menang 2-1 melalui gol Diego Costa di akhir pertandingan. Hal ini seperti menegaskan Fabregas semakin mendekat dengan pintu keluar dari Stamford Bridge. Tetapi Conte membantah keras dan juga meminta Fabregas serta pemain lain untuk berusaha tampil bagus jika memang ingin ada di tim inti.

Selalu ada alasan di balik setiap keputusan pelatih tetapi saya memilih untuk menyimpannya. Tetapi saya rasa tidak ada masalah dan juga saya senang mempunyai para pemain ini, ujar Conte.

Cesc adalah pemain Chelsea dan juga saya sangat senang dengan sikap serta tingkah lakunya semasa sesi latihan. Apabila anda berada di pasukan hebat seperti Chelsea maka hal itu akan terjadi. Saya harus memutuskan sebelum pertandingan berkaitan susunan pemain. Cesc Fabregas memang pemanasan di pinggir lapangan tetapi tidak bermain di pertandingan Chelsea kontra West Ham, sambungnya.

Boleh saja Fabregas tidak berada di dalam tim tetapi itu semua bisa terjadi pada semua pemain. Penting untuk selalu mempunyai sikap yang baik dan juga tepat karena kami harus berusaha keras musim ini dan juga penting untuk tetap bersama dalam segala situasi.

Saya sudah putuskan ini tetapi kami tidak tahu untuk perlawanan seterusnya. Saya boleh mengubahnya atau tidak sama sekali. Kepentingan tim di atas segalanya, tutupnya.

Alasan Keterpurukan Chelsea Musim Lalu

http://dewabola888.com/

Dewabola888.com – Musim lalu merupakan musim yang suram bagi Chelsea. Mereka tidak hanya gagal mempertahankan gelar juara, Chelsea juga terpelanting dari empat besar klasemen akhir. Chelsea harus berpuas hati mengakhiri Premier League 2015/2016 di peringkat 10.

Sebelum itu, mereka harus berjuang terlebih dahulu agar bisa keluar dari zona degradasi. Ketika masih dilatih Jose Mourinho, Chelsea tersungkur di peringkat 15 klasemen sementara pada September hingga Oktober 2015.

Kegagalan Chelsea dimulai dari perselisihan antara Mourinho dengan Eva Caneiro yang menjadi dokter tim pada awal musim lalu. Tingkah laku Diego Costa di dalam mau pun luar lapangan yang selalu menjadi sorotan, diiringi dengan berkurangnya ketajaman penyerang Spanyol itu. Begitu juga kreativitas permainan Oscar dan juga Eden Hazard, serta Cesc Fabregas dan juga Nemanja Matic yang menjadi kurang agresif seperti pada musim 2014/2015.

Kemerosotan Chelsea itu belum dilengkapi dengan rekrutan yang gagal seperti Abdul Baba Rahman, Papy Djilobodji, dan juga Radamel Falcao, serta tidak baiknya prestasi pemain-pemain baru lain seperti Alexandre Pato, Asmir Begovic, Matt Miazga, dan juga Pedro Rodriguez.

Guus Hiddink yang diangkat menjadi manager interim setelah Mourinho dipecat mampu membuat Chelsea menjadi lebih baik.

Walaupun demikian, jasa Hiddink tidak dilanjutkan ketika berakhirnya musim lalu. Kemudian Antonio Conte dilantik menjadi manager baru setelah menyelesaikan tugasnya sebagai Pelatih timnas Italia selama Piala Eropa 2016. Kedatangan Conte langsung dihadiahi dengan perekrutan dua pemain baru yang berkualitas, sesuatu yang tidak didapatkannya ketika melatih Juventus sehingga Conte meninggalkan klub tersebut.

Pemain pertama adalah Michy Batsuayi yang didatangkan dari Olympique Marseille. Batsuayi adalah penyerang jempolan selama mengarungi Ligue 1 Perancis. Ia berhasil mencetak 26 gol dari 62 pertandingan selama dua musim di Marseille. Berikutnya adalah N’Golo Kante yang direkrut dari Leicester City.

Kante menunjukkan performa menjanjikan ketika masih memperkuat Caen. Lalu pindah ke agen bola terpercaya Leicester City dan juga membantu tim itu menjuarai Premier League musim lalu. Ia menjadi pemain penting bagi timnas Perancis dengan membantu negaranya ke final Piala Eropa 2016.